Cara mendeploy aplikasi lightswitch di web hosting

Pengantar

Kemunculan Visual Studio LightSwitch versi RTM menjadi babak baru bagi para developer untuk membuat aplikasi bisnis. Kemudahan dan fitur-fitur dari Visual Studio LightSwitch (disingkat menjadi LS) membuat pekerjaan developer menjadi lebih mudah dan –mungkin– mempersingkat waktu development (ini harapannya ya). LS ini sendiri masih seperti bayi sehingga fitur-fitur yang ada pada LS pun bisa jadi tidak sesuai dengan kebutuhan dari aplikasi Anda. Alih-alih membangun aplikasi menjadi lebih sulit jika Anda menggunakan LS. Sebaiknya pelajari dulu atau tanyakan kepada konsultan IT, jika Anda ingin membangun aplikasi LS ini.

 

Fokus postingan saya hanya di tahap deployment dari aplikasi lightSwitch (LS). Jika Anda tertarik mengenai cara membuat aplikasi LS, Anda dapat membaca link berikut:

  1. http://lightswitchhelpwebsite.com/Blog/tabid/61/EntryId/12/Online-Ordering-System-An-End-To-End-LightSwitch-Example.aspx (en)
  2. http://students.netindonesia.net/blogs/alysangadji/archive/2011/08/10/mudah-membuat-aplikasi-dengan-lightswitch.aspx (id)
  3. Atau Anda dapat mencarinyavia Google.

Aplikasi VS LightSwitch menggunakan arsitektur 3-tier yang terdiri dari klien, servis aplikasi (middle-tier), dan penyimpanan data (basisdata). Aplikasi LS dapat di-deploy ke berbagai lingkungan dengan berbagai macam cara. Anda dapat men-deploy aplikasi sebagai aplikasi desktop atau web (berbasis browser). Aplikasi desktop dapat berjalan di luar browser di dalam komputer Windows dan memiliki akses ke penyimpanan komputer (seperti HDD) dan aplikasi yang berjalan (seperti MS. Word). Sebenarnya aplikasi desktop dari LightSwitch merupakan fitur dari Silverlight yaitu OOB (Out Of Browser). Sedangkan aplikasi web berjalan di browser dan tidak memiliki akses penuh ke penyimpanan komputer atau aplikasi lainnya di dalam komputer tersebut. [1, terjemahan dari paragraf 1 dengan sedikit penambahan]

Jika Anda ingin men-deploy aplikasi LightSwitch pada server sendiri Anda dapat membaca [1]. Kali ini kita akan men-deploy pada web hosting di erudeye. Jika Anda meng-deploy aplikasi LS di web hosting lain, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada provider hosting tersebut apakah sudah mendukung LightSwitch atau belum. Pilihan deploy dari LightSwitch adalah jenis aplikasi (desktop atau web) dan jenis publishing (manual [dengan membuat MSDeploy package] atau menggunakan MS Web Deployment). Jenis aplikasi yang akan kita gunakan adalah aplikasi web, cara yang sama pun dapat dilakukan pada aplikasi desktop.

Proses deployment yang kita lakukan adalah mengikuti proses berikut (lihat gambar di bawah):

LightSwitch-deploy-process

Ada 3 proses yaitu:

  1. Kita akan mendeploy aplikasi LightSwitch ke localhost menggunakan MS Web Deploy.
  2. Dari poin 1), akan menghasilkan file-file aplikasi LighSwitch yang kita buat dan juga database. Compress web folder dan backup database (bisa menggunakan fasilitas backup dari SQL Server Management  [SSMS] atau generate SQL script dengan Data Publishing Wizard).
  3. Upload webFolder.zip ke server via FTP/file manager di control panel dan restore database Anda via SQL Server Web Admin yang disediakan oleh erudeye Hosting (jika berupa script SQL) atau jika berupa berkas .bak dapat menghubungi ke support erudeye Hosting.

Kebutuhan sebelum melakukan deploy:

  • Anda sudah memiliki Visual Studio LightSwitch,
  • Download source code dari http://www.codeproject.com/KB/silverlight/OnlineOrdering.aspx atau alternatif lainnya di sini (jika Anda tidak memiliki akun codeProject). Proyek tersebut memiliki lisensi Ms-PL.
  • Web Deployment Tool 2.1
  • Visual Studio LightSwitch 2011 Server Runtime and Local SQL (deploy ke SQL Server lokal)
  • Visual Studio LightSwitch 2011 Server Runtime without Local SQL (deploy ke remote SQL Server)

Catatan: Untuk memudahkan instalasi Web Deployment Tool dan LightSwitch requisites, gunakan Web Platform Installer.

 

Proses#1: Deploy aplikasi LightSwitch ke localhost via MS Web Deploy:

  1. Extract berkas OnlineOrdering.zip ke Visual Studio default folder (folder saya seperti ini C:\Users\toni\Documents\Visual Studio 2010\Projects) atau folder bebas.
  2. Jalankan Visual Studio 2010 sebagai administrator, karena kita akan mem-publish ke folder wwwroot.
  3. Buka berkas OnlineOrdering.sln.
  4. Ubah Configuration dari Debug menjadi Release, lalu Build Solution atau CTRL+SHIFT+B.
    image
  5. Pada Solution Explorer, klik kanan OnlineOrdering project > klik Publish.
    image
  6. Pada LightSwitch Publish Application Wizard, klik Client Configuration pada menu navigasi di sebelah kiri lalu pilih Web pada radio button. Lalu klik Next.  
    image
  7. Karena kita akan men-deploy ke web hosting maka kita pilih IIS Server (atau biarkan secara default). Lalu klik Next.  
    image
  8. Kita akan menggunakan MS Web Deploy. Pilih radio button “Remotely publish to a server now”. Karena kita akan mem-publish ke localhost maka kita tidak akan diminta untuk mengisi username dan password dan Web Deploy, jika kita mengganti service URL ke MSDeployService URL dari suatu server maka kita akan diminta untuk mengisi username dan password. Biarkan nama default service URL dan Site/Application. Lalu klik Next. 
    image
  9. Pada Database Connections, sebelumnya Anda buat database baru dengan nama onlineOrdering dengan menggunakan SSMS. Lalu pada textbox pertama klik tombol (…). Isi nama server, pilih “Use Windows Authentcation”, lalu pilih database yang kita buat tadi yaitu onlineOrdering. Lalu klik Ok. Karena masih muncul warning pada textbox kedua yang diakibtkan karena ConnectionStrings tidak boleh menggunakan Integrated Security. Solusinya yaitu klik “Create Database Login…”. Isi username dan password, lalu klik Create (pastikan Anda mengaktifkan mixed authentication pada SQL Server). Anda dapat mengecek pada textbox kedua username database yang sudah kita buat. Lalu klik Next. 
    image
  10. Asumsinya untuk masuk ke aplikasi yang kita buat diperlukan autentikasi. Oleh karena itu, pilih radio button “Yes, create the Application Administrator at this time”. Isikan username, fullname dan password. Lalu klik Next. 
    image
  11. Berdasarkan [1], “This should be a valid certificate from a trusted Certificate Authority like VeriSign or if this is an internal application then you probably have certificates you use for enterprise deployment. If you don’t sign the application then users will see a warning message when installing the desktop application and they will not be able to get automatic updates if you update the application.”. Jadi, kita akan membuat membuat sertifikat untuk menge-sign berkas .xap atau client application. Centang “Specify a Certificate”. Lalu klik “Create a test certificate…”, lalu masukan password sertifikat ini, lalu klik OK. Lalu klik Next. 
    image 
  12. Anda akan melihat ringkasan dari setting LightSwitch publish application wizard yang telah kita lakukan sebelumnya. Jika Anda menjalankan kembali publish wizard ini, secara otomatis Anda akan dibawa ke halaman Summary. Lalu klik Publish. 
    image 
  13. Lalu tunggu hingga publish telah berhasil dilakukan (dan tidak ada error, jika terjadi error pastikan Anda sudah menginstall kebutuhan deployment aplikasi LightSwitch atau cari error tersebut via google). Untuk mengecek kita sudah berhasil mem-publish. Buka URL berikut http://localhost/onlineOrdering , ternyata ada error, coba set mode customErrors menjadi “Off”. Lalu jika kita lihat ternyata website tersebut membutuhkan application pool .NET 4. Oleh karena itu, buka IIS Manager lalu arahkan ke virtual directory onlineOrdering lalu ubah app pool menjadi ASP.NET v4.0. Setelah itu buka kembali URL tadi. Pada halaman awal terdapat halaman login, isi username dan password, lalu klik login. Berikut adalah tampilan dari aplikasi LightSwitch yang sudah kita deploy ke localhost.
    image 

Proses#2: Compress web folder dan backup database/generate SQL script dari lokal:

  1. Buka Windows Explorer lalu pergi ke C:\inetpub\wwwroot\OnlineOrdering. Compress file-file yang terdapat di dalam folder OnlineOrdering menjadi OnlineOrdering.zip. Karena user kita tidak memiliki hak tulis ke folder tersebut maka jalankan program compress file seperti 7-zip sebagai administrator.
    image
  2. Backup database dengan cara menggunakan fasilitas Backup dari SSMS, klik kanan database yang ingin di-backup > klik Tasks > klik “Backup…” > lalu klik OK. Anda juga dapat menggunakan Database Publishing Wizard untuk menghasilkan SQL script schema dan data, bisa dibaca di sini.

Proses#3: Upload OnlineOrdering.zip dan restore database ke server:

  1. Buat website di control panel lalu pada tab Extensions, pilih ASP.NET 4 (Integrated Pipeline), lalu klik Update.
  2. Pindahkan web folder yaitu OnlineOrdering.zip via FTP/File Manager di control panel.
  3. Buat database baru dengan nama onlineOrdering lalu jika Anda menggunakan berkas .bak maka mintalah support erudeye untuk me-restore database Anda atau Anda dapat menggunakan SQL Server Web Admin jika menggunakan SQL Script hasil Database Publishing Wizard. Pada bagian Tools di SQL Server Web Admin, klik “New Query”, lalu copy SQL script lalu klik Submit.
  4. Lalu tahapan terakhir adalah menguji aplikasi LigthSwitch yaitu OnlineOrdering bisa berjalan di atas server atau tidak. Pastikan ConnectionString pada web.config sudah benar. Berikut tampilan aplikasi OnlineOrdering di server erudeye.
    image

Catatan:

  • Jika tahapan di atas belum berhasil silakan dicari error-nya di google atau MSDN forum.

Referensi:

[1] http://blogs.msdn.com/b/bethmassi/archive/2011/03/23/deployment-guide-how-to-configure-a-web-server-to-host-lightswitch-applications.aspx

Share this post: | | | |

SharePoint Server 2010 trial period has expired – How to solve?

Setelah berkutat dengan instalasi Poject Server 2010 dan SharePoint (SP) Server 2010 (ini diinstall sama teman) kalau bagian saya adalah menginstalasi Project Server 2010. Awalnya saya dan teman saya, menginstalasi Project Server dan SP Server pada standalone mode lalu setelah berhasil pada mode tersebut kemudian kami beralih ke complete mode pada server farm di mana virtualisasi OS menggunakan Hyper-V. Banyak tantangan dan rintangan dihadapi dalam proses instalasi SP Server 2010 pada server farm. Alhamdulillah, akhirnya teman saya berhasil menginstall SP Server 2010 dan saya berhasil menginstall Project Server 2010. Oh iya, saya belum bilang kalau instalasi Project Server 2010 membutuhkan SP Server 2010 Enterprise Edition Open-mouthed smile. Setelah berhasil, ternyata masih ada beberapa masalah yang baru diketahui setelah beberapa hari melakukan instalasi Thinking smile. Masalah yang pertama adalah Central Administration (CA) tidak bisa melakukan koneksi ke database server padahal kalau diakses melalui SQL Server Management Studio bisa Smile with tongue out. Kata teman saya, ada masalah pada akun di SP Server 2010 yang terkena domain damage sehingga domain account di SP tidak bisa koneksi ke database server (CMIIW). Untuk solusi dari masalah tersebut coba tanya sama teman saya aja Smile (hint: remove server from DC + unjoin from DC + join again to DC).

Nah, kalau masalah yang kedua ini, seperti yang tertera pada judul di atas atau screenshot di bawah ini:

image

Ada pernyataan dari blog-nya retrohack, berikut kutipannya:

Uhm, whut? I did not install a trial version. I specifically remember keying in the software key during install. WTH Microsoft? I didn’t install Foundation anyway, I installed the full Enterprise package. Oh, and please stop including links in your error messages that don’t help at all…it is even more frustrating to think help is a click away only to be smacked down, than to just look at a cryptic error that tells you nothing useful.

Bikin senyum-senyum sendiri, awas jangan jadi gila lho Open-mouthed smile.

Penyebabnya:

Pada Central Administration, klik Monitoring > klik Review problems and solutions. Pada Category : Security apakah terlihat gambar di bawah ini:

image

Jika, Anda melihat gambar di atas. Silakan baca solusi di bawah ini. Jika tidak silakan Anda googling lagi karena ada beberapa solusi lainnya seperti [1], [2], dan lain-lain.

Note: mungkin ada penyebab lain yang saya tidak ketahui

Solusinya:

1. Login ke SharePoint Server, lalu ketik inetmgr pada Start menu search box, lalu tekan enter. Anda akan dibawa ke IIS Manager.

2. Buka Application Pools

image

3. Cari Application Pool dimana domain account belum ditambahkan ke Local Administrators Groups. Saya menggunakan akun AD\apppool.

image

4. Buka Server Manager (biasanya udah ada di taskbar Windows Server 2008), expand Configuration > expand Local Users and Groups > Groups. Pada Administrators group tambahkan akun yang ada cari pada poin 3, saya menambahkan AD\apppool. Caranya adalah double click Administrators > Klik Add > tulis nama akun yang ingin ditambahkan > klik OK sebanyak 2 kali. Note: Tambahkan semua semua domain account yang digunakan untuk Application Pool atau Service Identities yang Anda buat sebelumnya.

image

5. Buka aplikasi administrator CMD. Caranya adalah pada Start menu search box, ketik cmd > klik kanan > klik Run as administrator. Ketik perintah berikut setelah itu menekan enter:

image

5. Coba jalankan kembali SharePoint Anda.

 

Note: Ini hanya solusi sementara agar SharePoint bisa berjalan, untuk lebih jelasnya baca paragraf terakhir dari blog retrohack.

Share this post: | | | |

Ribbon Hero 2 - cool game to learn Microsoft Office

Setelah lama tidak mengunjungi situs OfficeLab, terakhir kali mengunjunginya saat mendownload aplikasi pptPlex yang saya gunakan saat saya sidang skripsi (padahal waktu itu saya pake Microsoft Office 2010 Trial Open-mouthed smile). Sekarang saat (tidak sengaja) berkunjung OfficeLab saya menemukan aplikasi yang keren (soalnya aplikasi game sih Party smile).

Nama aplikasi itu adalah Ribbon Hero 2, boleh dibilang aplikasi/game tersebut digunakan untuk menantang Anda mengenai pengetahuan Microsoft Office ( Office yang dipakai hanya Word, Excel, Power Point atau One Note). Game tersebut dapat pula memberikan pengetahuan Microsoft Office kepada Anda karena memiliki fitur hint. Tokoh utama dalam Ribbon Hero 2 adalah

Clippy (masih inget sama dia ngga? Thinking smile) yang mengalami perjalanan menembus waktu dengan mesin waktu. Terus ada tampilan komiknya, terus ada apa lagi? Coba aja mainkan game tersebut.

Kunjungi situsnya http://www.ribbonhero.com dan klik tombol download atau direct link di sini.

Note > Requirements: Vista or Windows 7 (32/64 bit) or XP (32 bit), Office 2007 or Office 2010 (32/64 bit)

Selamat mencoba!

Spoiler buat tampilannya:

image

image

Video : http://youtu.be/lfP0qTsy7Xw

Share this post: | | | |
Posted by Toni Dermawan Y | with no comments

How to create simple SMO console application with C# in Visual Studio 2010

SMO, makhluk apa lagi ini? Open-mouthed smileHarusnya sih di depannya SMO ada kata “SQL” karena SMO sendiri merupakan singkatan

Server Management Object jadi “SQL” + Server Management Object. Mungkin Anda sudah mengetahui tentang SQL-DMO? Smile Karena SQL-SMO sendiri merupakan pengganti dari dari SQL-DMO, pada SQL-DMO menggunakan COM Object Model sedangkan SQL-SMO diimplementasikan sebagai .NET Framework Assembly (CMIIW Thinking smile). Mulai sekarang SQL-SMO kita akan singkat menjadi hanya SMO saja.

Apa itu SMO?

SQL Server Management Objects (SMO) is a collection of objects that are designed for programming all aspects of managing Microsoft SQL Server. (sumber)

Nah, sudah jelas kan dengan SMO kita bisa mengelola si SQL Server, jika kita ingin membangun aplikasi seperti SQL Server Management Studio maka SMO menjadi salah satu jawabannya (CMIIW Thinking smile). Info lanjut mengenai SMO bisa dibaca di sini.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi

Dalam tutorial kali ini akan menggunakan:

  • SQL Server 2008 R2
  • Visual Studio 2010
  • Bahasa pemrograman yang digunakan adalah C# (untuk VB.NET silakan cari di sini)

Membuat aplikasi console SMO yang sederhana dengan C#

  1. Jalankan Visual Studio 2010.

  2. Pada “Start Page”, klik New Project atau tekan kombinasi ctrl + shift + N . Window New Project akan muncul.

  3. Di Installed Templates pane, pilih Visual C#, lalu pilih Windows, lalu pilih Console Application. Isi nama project dengan SimpleSmoConsoleApplication, secara otomatis nama solusi juga akan menjadi SimpleSmoConsoleApplication. Sesuaikan lokasi project dengan keinginan Anda.

    image

  4. Klik tombol OK.

  5. Pada Solution Explorer. Klik kanan pada nama project, pilih Add Reference. Window Add Reference akan muncul.

  6. Klik pada Browser tab, lokasi SMO assemblies berada di folder C:\Program Files\Microsoft SQL Server\100\SDK\Assemblies\ (untuk x64 sesuaikan dengan folder tersebut), dan plih file-file di bawah ini. Di bawah ini adalah file minimal yang dibutuhkan untuk membuat aplikasi SMO (untuk memilih lebih dari satu file gunakan tombol Ctrl):

    Microsoft.SqlServer.ConnectionInfo.dll

    Microsoft.SqlServer.Smo.dll

    Microsoft.SqlServer.Management.Sdk.Sfc.dll

    Microsoft.SqlServer.SqlEnum.dll

    image

  7. Klik tombol OK. Anda dapat menambahkan SMO assemblies yang sesuai dengan kebutuhan Anda, misalkan Anda akan menggunakan programming Service Broker, maka tambahkan assemblies berikut:

    Microsoft.SqlServer.ServiceBrokerEmum.dll

  8. Di dalam Program.cs, setelah using statement yang terakhir tambahkan kode di bawah ini untuk menggunakan SMO namespace:

    using Microsoft.SqlServer.Management.Smo;
    using Microsoft.SqlServer.Management.Common;
  9. Anda dapat menambahkan namespace dari sesuai dengan kebutuhan, letak namespace tersebut di bawah Microsoft.SqlServer.Management.Smo, seperti Microsoft.SqlServer.Management.Smo.Broker. Tambahkan namespace-namespace tersebut jika diperlukan di dalam kode Anda.

    image

  10. Pada tutorial kali ini, kita akan mencoba menyambung (connecting) ke sebuah instance of SQL Server menggunakan Windows Authentication. Untuk membuat program yang lain seperti melihat list database, menggunakan transaksi, dan lain-lain. Anda dapat membaca “Creating SMO Programs”.

  11. Di dalam, method Main tambahkan kode berikut:

    class Program
    {
    static void Main(string[] args)
    {
    //Nama dari remote instance of SQL Server
    string strServer = @".\sqlexpress";
    //Menyambung (connecting) ke remote instance of SQL Server.
    Server srv;
    srv = new Server(strServer);
    //Koneksi dibuat ketika sebuah Property diminta.
    Console.WriteLine(srv.Information.Version);
    }
    //Koneksi otomatis diputus ke variabel Server di luar scope.
    }

  12. Anda dapat mengganti nama instance dari SQL Server misalkan jika Anda menggunakan SQL Server Enterprise Edition, program di atas akan menampilkan versi dari SQL Server yang digunakan. Untuk menjalankan program Ctrl + F5. Berikut adalah output dari program:
    image
  13. Sekarang Anda dapat membuat program seperti SQL Server Management Studio yang bisa Anda ubah sesuai dengan keinginan.

Referensi:

Share this post: | | | |
Posted by Toni Dermawan Y | with no comments
Filed under: ,

Publishing Database with SQLPubWiz

Penjelasan singkat mengenai SQLPubWiz

Apa itu SQLPubWiz?

SQLPubWiz adalah sebuah software yang digunakan untuk melakukan men-deploy database SQL Server (baik schema maupun data) ke shared hosting ataupun membuat T-SQL dari objek maupun data dari database SQL Server. Software ini mendukung SQL Server 2008 R2, 2008, 2005 dan 2000, serta tidak memerlukan antara server sumber dan server tujuan memiliki versi SQL yang sama. Dulunya bernama Database Publishing Wizard.

Note: Bacaan lebih lanjut dengan membuka URL http://sqlhost.codeplex.com atau dapat membaca DPW_Readme.txt yang terdapat pada folder SQLPubWiz (pada cara penggunaan SQLPubWiz poin 1). Versi SQLPubWiz pada codeplex adalah 1.1.

Cara penggunaan SQLPubWiz

1. Buka windows explorer lalu buka folder C:\Program Files\Microsoft SQL Server\90\Tools\Publishing\1.4 (untuk OS dengan arsitektur x86, untuk arsitektur x64 silakan disesuaikan).

clip_image002[4]

2. Buka SqlPubWiz.exe, lalu muncul window "Welcome to Database Publishing Wizard"

clip_image004[4]

3. Klik tombol " Next >", lalu muncul window "Select Source Server", pada window tersebut kita bisa menggunakan informasi server yang spesifik atau menggunakan connection string. Kali ini kita menggunakan pilihan "Specify Server Information" (checklist pada pilihan tersebut) dan menggunakan windows authentication. SQL Server yang digunakan adalah SQL Server Express 2008 R2. Untuk SQL Server edisi yang lain dapat Anda baca di file DPW_Readme.txt yang ada folder pada poin 1.

clip_image006[4]

4. Klik tombol " Next >", lalu muncul window "Select Database", pada window tersebut terdapat daftar database yang terdapat di SQL Server. Lalu pilih database yang ingin di-publish, misalkan database "nutshell".

clip_image008[4]

5. Klik tombol " Next >", lalu muncul window "Select an Output Location", pada window tersebut terdapat dua pilihan "Script Mode" yaitu disimpan ke dalam file "Script to File" dan di-publish ke shared hosting "Publish to shared hosting provider". Kali ini kita menggunakan pilihan pertama yaitu "Script Mode". File SQL akan disimpan pada Silakan pilih pada "C:\Users\tonidy\Documents\nutshell.sql" (sesuaikan dimana file SQL akan disimpan).

clip_image010[4]

6. Klik tombol " Next >", lalu muncul window "Select Publishing Options", pada window tersebut terdapat opsi-opsi untuk publishing database yaitu terdapat 4 opsi yang masing-masing opsi terdapat penjelasan di bagian bawah window. Kali ini kita akan menggunakan default opsi yang ada pada window tersebut.

clip_image012[4]

7. Klik tombol " Next >", lalu muncul window "Review Summary", pada window tersebut terdapat ringkasan apa-apa saja yang sudah kita lakukan pada tahap sebelumnya.

clip_image014[4]

8. Klik tombol "Finish", lalu muncul window "Data Publishing Progress", pada window tersebut kita dapat menghentikan publishing dengan menekan tombol "Stop", jika proses publishing database sudah selesai maka muncul window di bawah ini, untuk keluar dari window tersebut klik tombol "Close":

clip_image016[4]

9. File nutshell.sql terdapat di folder "C:\Users\tonidy\Documents"

clip_image018[5]

10. Anda dapat menggunakan file SQL tersebut untuk digunakan pada shared hosting atau sebagai backup.

Share this post: | | | |

First learning ASP.NET MVC 3 Beta

Lagi iseng-iseng mencari informasi apakah kita bisa mendevelop aplikasi .NET di ponsel dengan OS Android? Akhirnya ketemu juga monodroid(pasti ada hubungannya dengan proyek Mono milik Novell Big Smile). Pas baca-baca ternyata belum keluar produknya, kalau mau mencoba harus mendaftar dulu baru dikirimi email sama monodroid. Sayangnya ngga gratis sih,hehehe. Terus lihat ada bacaan ASP.NET MVC 3 beta diblognya Mr. Scott Guthrie. Gue sendiri belum paham bener (apalagi udah mahir) di ASP.NET MVC, orang yang WebForm aja masih nubie Embarrassed. Waktu pas kuliah dulu, pernah belajar sedikit tentang MVC di PHP (dulu gue memakai CodeIgniter). Itupun cuman sedikit Stick out tongue, ngga banyak Embarrassed

Terus dari blognya Scott Guthrie, ada posting tentang Introducing ASP.NET MVC 3 (Preview 1). Lumayan dapet pengetahuan ASP.NET MVC, tahunya ada yang namanya ViewEngine,hehehe,dasar nubie. Di ASP.NET MVC 3 ini akan ada ViewEngine baru yaitu Razor. Buat yang pengen kenalan sama bang Razor klik ini. Terus kata Om Scott Guthrie, ASP.NET MVC 3 ini compatible dengan ASP.NET MVC 2, jadi si ASP.NET MVC 3 ini merupakan rilis mayor dari ASP.NET MVC. Ada penambahan fitur dan kemampuan si ASP.NET MVC yang lama yaitu ASP.NET MVC 2. Katanya (Om Scott), pengetahuan, kemampuan, dan buku milik kamu yang berhubungan dengan ASP.NET MVC 1 atau MVC 2 bisa diaplikasikan ke ASP.NET MVC 3.

Jadi, tidak ada kata terlambat untuk belajar ASP.NET MVC. Yang ada adalah kata semangat untuk terus belajar (halah, Smile).

 

Kalau mau mencoba ASP.NET MVC 3, bisa di unduh di sini.

 

Share this post: | | | |

Simple Webcam Application using Silverlight 4

Buat kamu yang suka chatting atau messenger-an tentunya sudah tahu apa itu webcam. Biasanya di warnet-warnet suka ada kamera kecil yang diletakkan di atas monitor atau kalau laptop-laptop keluaran terbaru biasanya sudah ada fasilitas webcam-nya. Terus apa hubungannya dengan Silverlight? Buat yang belum tahu apa itu Silverlight, kalian pasti tahu dengan Flash kan? Itu lho aplikasi yang biasanya kita buka dari browser seperti kalau mau nonton video di Youtube. Lalu, Silverlight itu boleh dibilang mirip dengan Flash atau bisa disebut aplikasi media anekaragam (kalau bahasa ndesonya rich media application). Sekarang ini Silverlight sudah versi 4. Salah satu fitur terbarunya adalah penggunaan webcam ke dalam aplikasi yang akan kita buat. Tentunya webcam bisa kita gunakan untuk bernarsisfoto ria meskipun resolusi kamera yang digunakan cukup rendah.  Selain kamera, Silverlight juga memiliki kemampuan untuk menangkap suara dari microphone.

Pada runes kali ini, penulis menggunakan Visual Studio 2010. Kebutuhan lainnya adalah menginstal Silverlight4_Tools.exe yang kamu bisa unduh di http://www.silverlight.net/ atau kamu bisa menggunakan mesin pencari kesukaanmu. Jangan lupa kamu harus punya webcam (yaiyalah! [:-)]). Setelah semua hal yang dibutuhkan sudah kamu siapkan sekarang kita langsung mulai.

Silakan Anda unduh di sini (Maaf diattach soalnya penulis fakir bandwidth Smile)

Note: Postingan ini merupakan crossposting (masih manual Big Smile dari mugi.or.id)

 

Share this post: | | | |

Hello again INDC

Sejak 23 Maret 2009, saat postingan pertama saya di INDC. Sudah satu tahun lebih saya tidak menulis Sad. Untuk itu sekarang saya mencoba untuk menulis kembali. Semoga semangat menulis tetap ada. Ok, let's go to write again.Saya juga mempunyai blog di MUGI nah daripada menulis 2 kali saya akan melakukan cross posting Smile.

Share this post: | | | |
Posted by Toni Dermawan Y | 1 comment(s)
Filed under:

Hello World!

Postingan pertama saya di geeks. Smile

Sekian dan terima kasih.

Salam,

 

Toni Dermawan Y

Share this post: | | | |
Posted by Toni Dermawan Y | 2 comment(s)
Filed under: