Mungkin sudah banyak yang pernah mendengar tentang SilverX, yaitu sebuah aplikasi yang memungkinkan kita untuk mengubah file Flash dengan format .SWF menjadi Silverlight (.XAP). Dengan demikian, berarti ada sebuah folder solution baru yang dapat diedit di Visual Studio maupun di Blend. Kalo nggak salah duluuu pernah dishare juga dalam postingan salah satu rekan geeks, tapi sayangnya sangat singkat, hehe.
SilverX pertama rilis udah dari April 2009, dan sekarang makin berkembang dengan versi terbarunya yaitu 1.2.0.994 yang dirilis tanggal 13 Januari 2010 lalu. Dan saya juga baru ngeh kalo yang dulu sekedar standalone app doang, eeh.. sekarang udah ada sebagai add-ins dalam Expression Blend 3. Berikut screenshotnya:
Apabila kita memilih menu untuk “Launch SilverX in Expression Blend”, maka Blend akan terbuka secara otomatis, dan sebelum menampilkan halaman Welcome Screen yang biasanya, akan muncul window “SilverX: Getting Started” seperti berikut:
Dan yak, sesuai gambar petunjuk diatas, setelah membuat sebuah Silverlight Application Project baru, kita tinggal mengimpor file .SWF yang ingin di-convert melalui menu File > Import Adobe Flash File, lalu akan terbuka jendela Open Dialog. Dalam percobaan ini saya mencoba sebuah file .swf dari mini-seri “Happy Tree Friends”, episode berjudul “Stayin Alive” sebesar 0,99 MB (gede amat yah nge-testnya) :p
Setelah mengimpor, maka akan muncul window berisi preview file .SWF yang diimpor dan juga pilihan nama kelas dari User Control, beserta Target NameSpace, nama folder Target, Image, dan Audionya. Terakhir, terdapat checkbox untuk membuat sebuat UserControl baru yang berfungsi sebagai “launcher” UserControl hasil convert-an SWF tadi.
Tekan OK, akan muncul progress bar seperti berikut:
Jika telah selesai, voila.. berarti file .SWF tadi telah sukses di-convert menjadi .XAP.
Cukup menekan F5 untuk melihat hasilnya di browser! :)
Apabila kita kembali ke jendela Expression Blend, coba tengok susunan hierarki solution project tersebut, kira-kira seperti ini:
Jadi, ada 2 project yaitu SilverX_HTF (berisi project Silverlightnya) dan juga SilverX_HTFSite (web yang meng-host silverlight app nya). Kemudian “StayinAlive” merupakan nama folder Target yang telah didefinisikan pada jendela konfigurasi awal, yang di dalamnya terdapat folder Images dan Sounds beserta file StayingAlive.xaml.
Dan tebak berapa ukuran dari file StayingAlive.xaml yang merupakan hasil convert tadi? 18.6 MB cing!! Besar banget yah… This is so not editable because it would take forever just for viewing it. Hal ini bisa dimaklumi karena file .XAML tersebut mendefinisikan semua gambar menjadi path dan seluruh animasi menjadi storyboard. Bisa dibayangkan ada berapa ratus (ato bahkan ribuan) animasi untuk mini-film Happy Tree Friends tersebut. (kebetulan contoh yang saya gunakan juga ngga manusiawi, haha..)
Yang perlu ditekankan disini, sekaligus menjadi kelemahan SilverX yaitu aplikasi ini hanya mampu meng-convert file .SWF yang tergolong “cupu” :p Seperti banner, animasi, gambar vektor, tulisan, dsb. Sedangkan untuk file .SWF yang mengandung banyak action script ataupun kontrol Flash, sepertinya belom sanggup. Nah.. jadi jangan yah harap bisa convert macem2 apalagi mini-game Flash (meskipun game tersebut hanya game tembak-tembakan ringan) karena bakal nge-hang… Progress Bar nya bakal berhenti sampe di suatu titik… like forever :p Di bawah ini contoh pas saya nyoba convert mini-game Thing Thing Arena 3:
(un)surprisingly this is what i get when i tried to convert the Flash mini game above:
Yeah it takes a VERY HUGE memory consumption on Blend. Mengerikan bukan? :p Yah, sekedar sharing saja.. I think it’s almost impossible to try to convert cross-platform in advance. Adobe vs .NET technology? Hmm..better go find developers who mastered both :)
Ini link downloadnya bagi yang sekedar ingin mencoba: Download SilverX
Cheers geeks!