.NET Developer Idol Submission : The LibraLINQ Project
Dari namanya saja LibraLINQ. Apa yang Anda bayangkan? Not bintang Libra, okay! Maksudnya adalah Library Application yang dibangun dengan LINQ J, tentunya tidak hanya LINQ. But, it's ok, I am the founder, terserah mau kasih nama apa, yang penting enak disebut saja. So I call it LibraLINQ (baca : libra link, BUKAN libra LIN que).
Berawal dari bulan Maret ketika MSDN Day Sharepoint, Pak Risman mengumumkan akan ada sebuah competition yang bernama .NET Developer Idol (kayak Indonesian / American Idol aja). Tapi yang ditandingkan di sini bukanlah nyanyi (kalo nyanyi saya gak ikutan deh), but buat aplikasi perpustakaan. Kelihatannya kompetisi ini adalah hasil kerja sama Microsoft Indonesia dan
PCMedia (mungkin ada pihak yg lain?).
Pada kompetisi ini, peserta diwajibkan untuk membuat aplikasi perpustakaan menggunakan teknologi terbaru keluarga Visual Studio 2008 (.NET Fx 3.5, C# 3.0, etc). Kriteria penilaiannya ada di sini.
Sepertinya seru! Saya rasa mungkin banyak juga yang mau ikut mengingat hadiah nya lumayan (walaupun tidak ada tunai, hehe). Tapi bagi teman – teman yang bekerja fulltime, jadi agak susah untuk meluangkan waktunya untuk mengikutinya mengingat this is actually just a competition, belum tentu bisa menang. Maybe, lebih baik kerjain project commercial aja, haha… Benar gak?
Kebetulan saja, saat itu saya sudah quit dari pekerjaan full time saya, jadi hanya part time mengajar sebagai instruktur di BinusCenter. Oleh karena part time, waktu cukup bisa diatur, ya pintar – pintar sendiri lah atur waktu. Saya memutuskan untuk ikut competition ini. Kalo bisa menang, ya syukur, kalo gak menang ya gpp. At least dengan adanya kompetisi ini, saya jadi terpacu untuk explore mainan – mainan baru. Menang atau tidak, menurut saya gak rugi kok, setidaknya sekarang saya tau dan pernah mengimplementasikan C# 3.0, LINQ to SQL, WCF, etc di project. Daripada sebelumnya, cuman tau tau doank, coba – coba bentar, kurang termotivasi. Sempat muncul jug ide – ide bagus seperti pengunjung bisa melihat letak buku berada di rak mana dan lantai berapa dengan menggunakan animasi Silverlight, so Silverlight yang akan consume database untuk menampilkannya, cukup keren kalo itu bisa terwujud. But I'm sorry, gak sempat researchnya kelamaan, akhirnya bagian ini saya lepas (daripada yang lain gak jadi).
Sekitar pertengahan April sampai akhir May saya mengerjainnya. Terus terang, cukup banyak rintangan / masalah yang ditemukan (bahkan ada yang sampai saat ini belum saya temukan jawabannya L). WHY? These are new technologies yang baru launch beberapa bulan. Kalo ada problem mau tanya ke siapa? Om google sometimes juga tidak bersahabat baik, walaupun benar topic yang saya masukkan, but different case. Even orang – orang Microsoft di forum pun kadang saya tanya gak ada balasan. So, cukup susah mencari resource. Ya memang ada juga sih banyak professional / MVP seperti Rich Stalt, David Hayden, etc dengan artikelnya help me to solve my problem (mostly LINQ to SQL). Luckily, sebagian (desktop) application nya telah jadi, walaupun tidak perferct (jujur neh).
Awal Juni sampai July, project LibraLINQ sempat saya tinggalkan berhubung ada project (jujur aja commercial), haha… Tetapi saya juga tidak ingin meninggalkan LibraLINQ yang saya buat dengan susah payah. Akhirnya setelah project saya hampir kelar, untungnya submission dari competition ini ditunda 1 bulan. Saya masih sempat melanjutkannya, khususnya bagian web application. (Akan saya post pada artikel berikutnya). Menurut saya sendiri, design web nya kurang bagus dan kurang rapi ( L what can I say, I'm a developer, not a designer). Dan itupun sejujurnya saya ambil dari template web, hehe…
Sampai saat ini, bisa dikatakan bahwa LibraLINQ telah selesai, walaupun sebenarnya aplikasi tersebut bisa di-enhance lebih jauh lagi supaya lebih berguna.
OK, I think that's all dulu. See you in my next post tentang bisnis proses nya LibraLINQ.