Empower your Employees - The Armanovus Infrastructure

Ini adalah kisah nyata... 4 orang anak muda ingin menjadi independen dan menuai sukses dari membuat software. Namun, masing-masing belum siap untuk drop-out dan go all-out... mungkin situasinya beda dengan di Silicon Valley yg penuh dengan "firm investors" dan "angel investors"

... disini "firm investors" seperti Kleiner Perkins rasanya tidak terdengar.

... disini "angel investors" adalah "angel" dalam ucapan Jawa yg artinya "susah" :)

Beberapa kerja di multi-national, dan ada pula yg masih kuliah... sehingga waktu bertemu adalah di dunia maya pukul 19.00 ke atas. Bertemu di dunia nyata? Rasanya sulit dengan kesibukan masing-masing.... walaupun jika semua sedang kosong, kita meeting di Cimanggis Labs (bahkan setelah itu malah nonton The Mummy Part 3 di Blitz Megaplex yg baru dan megah di kawasan Kelapa Gading).

Sebagai founder dan leader, saya harus menaruh suatu infrastruktur yg siap dengan kondisi kerja seperti ini. Sekarang jamannya Internet, dan seyogyanya teknologi bekerja untuk karyawan.

Berikut adalah infrastruktur Armanovus (click for larger image):

01

Tiap pulang dari "memastikan asap dapur terus mengepul" (consulting jobs, training, kuli coding, meeting dengan prospects, sopir presiden, dan kerjaan 9am-5pm lainnya), saya menyalakan Armanovus Workstation dan membiarkannya menyala sampai subuh. Kenapa nggak 24 jam saja? Hemat listrik donk... kayak negara ini punya unlimited listrik aja :)

Karena IP ADSL Telkom Speedy saya static, saya telah membuat A Record di DNS domain-provider, sehingga https://work.armanovus.com bisa diakses oleh Armanover yg ada di Bandung dan Jakarta. Mumpung lagi ada offer murah ($14.99 per tahun), saya juga beli SSL Certificate dari GoDaddy, biar browser dan aplikasi Armanover nggak nampilin warning dan yakin kalo ini benar-benar Armanovus Workstation.

Hanya ada 3 port dan 3 aplikasi yg bisa diakses yaitu: Subversion, TeamCity, dan JIRA.

Subversion untuk Asset Version Control, dalam hal ini asset bukan hanya file-file Visual Studio, tapi juga graphics asset sampai .fla Flash (sorry Silverlight, tapi ternyata masih banyak proyek Flash disini :P). Subversion-nya nongkrong di-atas Apache 2.0 buat ngomong dengan dunia luar via HTTPS.

TeamCity untuk Continuous Integration System. TeamCity-nya nongkrong di-atas Tomcat 6.0 buat ngomong dengan dunia luar via HTTPS.

JIRA untuk Issue Tracking System. Yg di-track bukan cuman bugs, tapi feature request dan isu-isu lainnya (kecuali isu gosip karena itu udah ada tempatnya di Yahoo Messenger dan Live Messenger). JIRA-nya nongrkong di-atas Tomcat 6.0 juga sama kayak TeamCity.

Untuk menjelaskan gimana kita pake 3 aplikasi di-atas baiknya di post terpisah setelah ini, tapi intinya seperti ini:

02 03

04

Jadi begitulah keadaan kerja kami... mulai sekarang, semua issue tersimpan di database, dan bukan di email masing-masing Armanover. Semua asset tersimpan di satu server dengan kemungkinan rollback ke versi sebelumnya, dan bukan di multiple subfolder masing-masing Armanover. Dan tiap kali client menanyakan project progress, kita tidak harus menjawab "Wah, belum kelar nih Pak, gimana kalo 2 minggu lagi?", tapi bisa memberikan project.msi yg bisa dijalankan. Ya, walaupun yg muncul cuman koleksi tombol-tombol yg kalo dipencet munculin MessageBox, at least kita bisa dapet feedback awal tentang UI dari client. Daripada setelah 3 bulan coding, UI-nya minta diganti... hwrakadah bin amburadul :P

Dan yg terpenting, saya lebih confident sekarang bahwa para Armanover bisa bekerja tanpa harus bertemu muka tiap minggu. Semua akan dapat email apa yg harus dilakukan, dan semua bisa melihat progress masing-masing (jadi kalo cuman dapet 1% dari nilai proyek, ya itu mungkin karena kerjaan yg selesai selama 6 bulan cuman 1% :P)

Untuk membantu para programmer muda yg ingin membuat micro-ISV, next-nya saya akan buat step-by-step gimana menginstall infrastruktur seperti diatas.

Some weird FAQ sebelum ada comment:

Kenapa nggak pake TFS?

Kenapa pake Raket Tenis buat matiin kecoa kalo sendal jepit Swallow yg murahan pun bisa? Dengan 512 MB RAM, Subversion sudah terasa cepat. Pun, nggak semua Armanover punya VSTS. This is a micro-ISV, not an enteprise :P

Kenapa nggak pake CruiseControl.NET?

I'm a fan of JetBrains, and UI-nya TeamCity lebih enak di mata.

Kenapa musti ada Ubuntu Server?

Karena ada proyek bikin PHP extensions yg harusnya jalan di PHP non-Windows juga.

Kenapa pake Vista X64?

Karena Vista X64 dibutuhkan buat 3D stuff dan game-(playing & programming).

Kenapa pake VMware Server?

Emang ada yg lebih jago soal virtualization?

Share this post: | | | |
Published Monday, September 08, 2008 12:58 PM by zeddy

Comments

# re: Empower your Employees - The Armanovus Infrastructure

Wednesday, September 24, 2008 9:05 AM by Niko

Posting yang menarik, kira-2 butuh modal berapa untuk micro-ISV ?

# re: Empower your Employees - The Armanovus Infrastructure

Wednesday, September 24, 2008 12:32 PM by ari m

Salam kenal mas, Tulisan mas sangat membantu saya.

Saya menunggu tulisan kelanjutan tentang step-step membuat infrastruktur seperti Armanovus, kalau bisa juga disebutkan alternatifnya untuk yang aplikasi yang tidak ada di platform linux.

Thanks mas

# My Vacation Plan

Saturday, September 27, 2008 7:20 AM by Ronald Rajagukguk

Sebelumnya saya terlebih dahulu ingin mengucapkan selamat Idul Fitri 1429 H bagi yang merayakan, Mohon

# re: Empower your Employees - The Armanovus Infrastructure

Sunday, September 28, 2008 11:15 PM by mca

hi Z,

saya coba pasang vmware server 1.07 di vista 64 SP1. Tapi keliatannya nggak mau akur, problem. Udah kelihatan dan bisa konek ke localhost, tapi tiap kali machinenya distart, hang.  Hal tsb tidak terjadi kalau pakai vmware workstation.

ada trik?

# re: Empower your Employees - The Armanovus Infrastructure

Tuesday, December 15, 2009 5:54 AM by sofyan_B

Kapan cara instal step by stepnya diupload mas.Pengen tau cara kerja ISV yang bener :D

Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems