Well, karena sekarang sudah punya perusahaan sendiri, certification does matter. Seperti tagline-nya iklan Microsoft Certification, "How They Know You Know" , bagaimana sebuah perusahaan tahu kita menguasai suatu subject?
Sebenarnya dulu sewaktu masih di Microsoft, ada rekan kerja memberi tahu bahwa saya bisa melamar menjadi MCT (Microsoft Certified Trainer) karena sudah sering memberi materi seminar & workshop ke kampus-kampus selama 3 tahun. Tapi, belum sempat di-follow up hingga hijrah ke perusahaan sendiri.
Sekarang, setelah terputus dengan materi training internal Microsoft, saya baru menyadari pentingnya program MVP dan MCT. Dengan MVP, kita bisa ikutan e-Academy, online e-learning untuk stay-up-to-date. Dengan MCT, saya bisa download materi training dalam bentuk Virtual PC.
Akhirnya beberapa minggu yg lalu, saya klik juga tuh tombol MCT Enrollment di halaman MCP saya. Hmm, harus bayar $50 untuk enroll jadi MCT, "Worth the price" saya pikir... tapi kalo dulu saya enroll waktu masih di Microsoft, $50 ini bisa di re-imburse hehe... hmm, pilihan pembayaran: wire transfer atau credit card.
Tentunya saya pilih kartu kredit karena saya pikir ini lebih cepat transfernya.. Eh ternyata sami mawon, muncul halaman invoice dengan catatan "Jika Anda memilih kartu kredit, silakan telpon customer service kami untuk memastikan info kartu Anda". Ok, saya telpon nomor yg tertera... tidak bisa. Saya gunakan Skype untuk menelpon nomor Singapura, eh.. malah banyak banget opsi yg ditawarkan sampai bingung (press 1 for this, press 2 for that). Ya udah saya email saja menanyakan apa bisa di-fax info kartu kredit dan saya tanda tangani sebagai otorisasi pembayaran...
Well, ternyata sama seperti pengalaman Mas Rully ini , email sudah seminggu tidak dibalas-balas.
Ok, "Waktunya pake koneksi", saya pikir. Pengalaman di Microsoft memang satu hari bisa dapat 100 bahkan lebih email yg datangnya dari internal maupun dari luar (customer, partner, etc). Sebagai seorang field-agent (customer service, evangelist, dll.) memang harus memprioritaskan email dari luar, baru email internal. Tapi hampir pasti semua karyawan yg takut pada atasan pasti memprioritaskan membaca email internal dari si bos.
Di Microsoft, semua orang punya target. Cari orang MS dengan target yg kita bisa membantu dapatkan, maka simbiosme mutualisme akan terjadi. Untuk kasus saya ini, tinggal cari orang yg targetnya adalah "Menambah jumlah MCT di pasar". Ding, satu email saya kirim dengan komplain lamanya reply email customer service ttg MCT. Ding dong, reply masuk dalam 15 menit "Sudah saya eskalasikan ke orang yg ngurus MCT bro..."
15 menit kemudian handphone saya berdering, dan bermula dgn percakapan "Hi, saya X dari Microsoft Regional Customer Service. Tentang MCT Enrollment Anda, kami butuh details kartu kredit Anda untuk memproses pembayaran. Dapatkah Anda memberi tahu saya nomor kartu kredit Anda?"
Saya tersenyum... rupanya ini tipe karyawan yg takut terhadap atasannya, dan lebih me-monitor email internal daripada email external.
Singkat cerita, 3 hari kemudian di transkrip & welcome kit saya muncul tulisan baru:
I am now a Microsoft Certified Trainer...
Dan tidak bohong donk kalo di company profile Armanovus saya tulis "Our company employs Microsoft Most Valuable Professional (MVP), Microsoft Certified Trainer (MCT), Microsoft Certified Professional Developer (MCPD)..."
And that's my new email signature :)
Zeddy Iskandar, BSc.
Founder | Dev Lead - Armanovus Informatika
---------------------------------------------------------------
MVP, MCT, MCPD
http://mvp.support.microsoft.com/default.aspx/profile/zeddy