Haer Talib

Database Application Developer/ MVP Office Access
See also: Other Geeks@INDC

Fenomena Access

Mungkin sudah biasa terdengar, terutama di antara rekan developer, bahwa Microsoft Access bukanlah tool untuk pembuatan program, apalagi untuk membuat "software". Pandangan ragu terhadap Access mungkin didasari banyak alasan. Bagi sebagian mereka, tool untuk pembuatan program itu adalah Visual Basic, Delphi, C++, dan yang semacam itu. Tool itu "haruslah angker" dan membuat sebagian orang, walaupun yang terlibat cukup akrab dengan dunia teknologi informasi, cukup memandang kagum tanpa mampu memahami mengapa perlu kagum :)

Microsoft Access sendiri, yang semula memiliki sejarah atau cikal bakal dari kalangan dBase (yang harus diakui dulu sempat meraja), akhirnya masuk dalam paket Microsoft Office, bersama dengan Word dan Excel. Access merupakan tool untuk database, tetap, namun mengedepankan ke-instan-an. Karena itu, salah satunya, Access dianggap "mudah", atau"gampang". "Semua orang juga bisa pakai, seperti halnya Word dan Excel", begitu kira-kira pendapatnya. Jadi, karena "mudah" atau "gampang", tidak perlu dipandang "serius".

Kenyataannya mungkin memang benar bahwa Access sangat mudah digunakan, dan penggunanya menggunakan Access untuk keperluan yang mudah dan kecil-kecil saja. Untuk database yang besar, tentu pakai database server, dan aplikasinya, tentulah pakai (beli) yang dijual vendor kelas dunia.

Tetapi, tidak ada salahnya lah dengan kenyataan itu. Kalau bisa mudah, mengapa harus sulit? Kalau ada urusan-urusan database kecil yang bisa ditangani sendiri, mengapa harus menunggunya menjadi besar supaya bisa di-vendor-in?

Saat ini, Access juga ber-revolusi sejalan dengan "revolusi" pada aplikasi Microsoft Office yang lain. Kalau mau bangga-bangga-an, Access sekarang bisa menyimpan multiple-value, bisa menyimpan attachment, dan juga bisa menyimpan XML. Tampilan Visualnya luar biasa keren dan trendy, kaya feature. Urusan sort dan filter langsung di kolom, sekarang Access bisa menyamai Excel. Alhasil, pakai Access sekarang rasanya kayak naik cruise (hehehe... sumprit, saya belum pernah naik begituan :).

Tentang pemakaian Access sebagai tool pemrograman, lagi-lagi Access membuktikan bahwa bukan hanya BISA, tetapi luar biasa. Salah satu contoh hasilnya adalah MyStore, sebuah program aplikasi POS (atau biasa disebut Program Kasir) yang lengkap dengan inventory control. Program MyStore didistribusikan secara luas dalam konsep shareware, dan dipakai di banyak toko di seluruh Indonesia. Keunggulannya, lagi-lagi karena Access, adalah kemudahan dan kekayaan feature, familiaritas dengan pemakai Microsoft Office, dan kecantikan (atau ketampanan?) penampilan visualnya. Kira-kira, program aplikasi serupa yang dibuat dengan tool lain mana ya yang bisa diperbandingkan? hehehe... tentu tidak seperti MyStore :)

==> MyStore <==

 

Share this post: | | | |

Comments

Ferry Meidianto said:

Memang bisa mas. Tapi coba bisakah dipakai di jaringan? :D

Itulah mengapa umumnya programmer lebih consider SQL Server yang notaben-nya database jaringan.

Access is okay for single tier application only.

Kalau sudah menyangkut client-server, Access cuma bisa dipakai sebagai front-end saja (MS Access Project). Sedangkan sebagai database, walaupun di tambahkan webservice untuk dapat diakses jaringan, tetap saja performansinya sangat jauh dibandingkan SQL Server Express.

# June 10, 2009 3:45 PM

haertalib said:

iya mas meidianto,

kalau udah mau jalan database over network, ya databasenya mesti udah gede n multiuser. kita mesti pakai sql server.

tapi jangan salah, ada perusahaan yg tetap pakai MDB utk databasenya, multiuser. teknis nya aja yg beda. baca dan simpan data kan bisa pakai DAO.

Nah, fenomena Access bukan hanya di databasenya, justru sebagai development tool.

# June 11, 2009 9:27 AM

jsudig said:

networking, tetep mantap.. syntaxnya pun lebih mudah menggunakan dao dan sql syntax, untuk jaringan tinggal menentukan folder dimana database diletakkan... kecepatan? bukan masalah tergantung spesifikasi hardware.

# January 31, 2010 7:57 PM