RonaldWidha

percaya sama occam razor
See also: Other Geeks@INDC

3 alasan kenapa requirement koq sering berubah

Aku baru saja ngebahas konsep dasar Agile di episode Teman macet ke-30. Dan aku mendapatkan tanggapan yang menarik dari Rizal Purnama di mailing list id-Php

Rizal mengatakan:

benar para user memang lebih suka yang dinamis, tapi buat developer pasti
merasakan..[kok ini req. ganti-ganti mulu …]

Rizal nge-raise point yang menarik tentang requirement yang berubah2. Menurut aku ini semakin mengkuatkan point kenapa agile dibutuhkan. Alasan kenapa requirement sering berubah (dan cara mengatasinya) adalah:

1. dapet requirement dari orang yang salah


mungkin orang yang ngasih requirement bukan orang yang tepat untuk ngasih requirement.

2. stakeholder-nya ga tau maunya apa


cuma dengan proses yang iteratif, stakeholdernya bisa belajar dari iterasi sebelumnya, dan akhirnya mendekatkan kepada apa yang sebenenrya dia mau/butuhkan.
tentunya perubahan ini butuh disiplin tinggi dari bisnis maupun engineering supaya bisa berguna.

Bisnis harus menyadari bahwa perubahan punya dampak terhadap kerjaan lain ( cuma ada 24 jam sehari kan?), dan engineering pun harus menyadari bhw kode harus dibuat sebaik mungkin, dan tes harus diautomasi sekuat mungkin biar tidak menimbulkan bug-bug baru melalui perubahan.

3. salah pengertian antara programmer dengan stakeholder


orang mungkin berpendapat dengan dokumen lengkap, salah pengertian akan dihindari. Aku malah berpendapat sebaliknya. Salah pengertian bisa dihindari melalui percakapan. Dokumen biasanya malah menghindari adanya percakapan. Dokumen adalah sebuah artifak, yang kadang malah misleading. User story yang singkat bisa menjadi bibit percakapan yang lebih berharga daripada dokumen selengkap apapun.

Gimana pendapat kamu?

Share this post: | | | |
Posted: Jan 26 2010, 10:27 AM by ronaldwidha | with 5 comment(s)
Filed under:

Comments

Raymond Yan said:

Kurang sependapat di point yg ke-3 Nal, gw berpendapat bahwa dokumen menjadi alat "hitam di atas putih" dalam sebuah proses development. Ketika stakeholder mengatakan adanya ketidakcocokan tetapi telah menyetuji dokumen, artinya stakeholder yg salah karena nggk membaca dokumen.

# January 26, 2010 4:33 PM

fahmi said:

mmh... kalau aku setuju dua-duanya...

komunikasi langsung itu penting banget, karena stakeholder cenderung males baca dokumen. tapi dokumen tetap harus ada sebagai bukti aktual proses yang bejalan.

tapi bukan untuk nantinya sebagai alat pembuktian siapa yang salah, lebih untuk bisa mendapatkan hasil yang sebaik mungkin.

CMIIW

# January 26, 2010 5:09 PM

Twitter Trackbacks for 3 alasan kenapa requirement koq sering berubah - RonaldWidha [netindonesia.net] on Topsy.com said:

Pingback from  Twitter Trackbacks for                 3 alasan kenapa requirement koq sering berubah - RonaldWidha         [netindonesia.net]        on Topsy.com

# January 26, 2010 10:48 PM

ronaldwidha said:

@Raymond: dengan perspektif tersebut aku merasa dokumen akan menjadi alat untuk 'cover someone's ass' dan bukan bertujuan untuk membuat sistem yang diinginkan bisnis.

Memang kalo kita realistis, klien (baik internal maupun external) harus sedikit di pressure supaya bisa bikin keputusan. Salah satu asumsi agile adalah, klien-nya harus ikut aktif berpartisipasi. ga bisa sekedar "Go and build this for me!" dan kompleyn di akhir projek.

@fahmi: telat baca komen kamu. Kayaknya sama persis sama point aku ya.

# January 27, 2010 11:43 AM

fahmi said:

Yoi mas, kurang lebih sama..

hanya saja saya masih pro dengan membuat dokumentasi selengkap mungkin, yah tentunya disesuaikan dengan berbagai parameter yang ada seperti resourcer, waktu dan lain sebagainya...

Ditunggu podcast lanjutan agile nya, saya penasaran gimana best practice nya..

Thanks

# January 27, 2010 2:06 PM