RonaldWidha

percaya sama occam razor
See also: Other Geeks@INDC

July 2010 - Posts

Kategori dan Tagging

time-warp

Kembali menanggapi tulisan Navinot yang terbaru: Shocking, Nobody Uses Category Anymore! yang membahas tentang bagaimana blog-blog besar seperti RWW dan GigaOm tidak lagi menggunakan kategori.

Old Media dan kategori

Media lama seperti koran dan majalah masih menggunakan kategori. Rubrik teknologi, surat pembaca, berital lokal, bisnis, infotainment dsb. Kenapa? Karena sebuah koran dituntut untuk menceritakan sebuah cerita apa adanya tanpa pengaruh opini atau analisa dari berbagai disiplin yang berbeda. Nanti malah dituduh distorsi dan propaganda.

Bentuk media juga menuntut sistem klasifikasi yang lebih sederhana. Kategori, folder, document set adalah sistem pengklasifikasian yang sarat keterbatasan dunia fisikal. Gimana caranya bikin klasifikasi many-to-many di koran kalo tidak ada hyperlink atau search engine?

Persimpangan dan tagging

Blog banyak mengandung opini dan lebih tepat untuk diklasifikasi sebagai materi editorial. Sebuah editorial yang menarik biasanya berada di persimipangan beberapa disiplin; mengandung pencermatan beberapa perspektif yang berbeda. Alhasil tagging terasa lebih relevan untuk mendukung tipe materi yang seperti ini.

Tagging tidak memaksa memasukkan sebuah blog post ke dalam 1 golongan, tapi justru sebaliknya menjelaskan secara singkat apa yang dikandung oleh sebuah post untuk memudahkan pencarian.

Single Responsibility Principle dan Web vNext

Kalo di dalam programming ada istilah yang namanya Single Responsibility Principle (SRP). Salah satu contoh pengaplikasiannya begini: sebuah method lebih baik tidak mengandung kata ‘And’, karena berarti memiliki lebih dari satu tujuan.

Di ekonomi baru, sebuah perusahaan cenderung konsentrasi kepada sebuah niche. Jangan rakus mau melahap semua, malah kalap kalah di setiap pertarungan. Blog yang baik *mungkin* juga lebih baik tidak mengandung kategori, karena menjadi smell pelanggaran SRP. Konsen satu aja, jangan rakus dan bikin bingung pembacanya.

Share this post: | | | |
5 hal yang dicari Enterprise
startrek

 

Setelah membaca Startup Goes to Enterprise Market, How. aku terpikirkan tentang apa yang sebenarnya dicari oleh pasar korporat.

Satu kata yang langsung tercetus di kepala aku adalah Governance. Definisi governance di sini adalah payung yang mencakup segala sesuatu yang cenderung non fungsional dan harus dipertanggung jawabkan, terutama di kala audit.

Berikut dimensi yang biasanya diperhatikan dalam sebuah proses governance.

Sekuriti

Data adalah segalanya di dunia korporat. Seberapa banyak investasi untuk mengumpulkan informasi, mempekerjakan information worker, dan menganalisa data. dan kalau dicuri, bisa menjadi petaka yang mungkin bisa menhancurkan (atau paling tidak merugikan) perusahaannya. Pertanyaan yang harus dijawab dari segi sekuriti adalah bagaimana komunikasi protokolnya, bagaimana data disimpan di disk, apa enkripsinya.

Retensi

Segi keamanan data yang lain adalah menjaganya dari kehilangan. pertanyaan yang harus dipikirkan seberapa lama data ini harus dijaga. di kala bencana seberapa besar kehilangan yang akan terjadi? seberapa lama of downtime yang bisnis sanggup untuk berjalan secara normal? setelah data melewati masa hidupnya bagaimana proses destruksinya? apakah destruksi mencakup log? apakah bisa direkonstruksi?

Availability

Korporat tentunya menjaga kelangsungan bisnis sebagai prioritas. Kita harus bisa menjawab persentasi up time dengan 99% ditambah berapa 9 dibelakang koma.

Compliance

ini yang sering menjadi pertanyaan besar. compliance dengan internal IT policy, industry standard, hukum lokal, hukum negara lain, dsb.

Sebagai contoh, ketika kita bermain di segmen korporat yang cenderung worldwide, kita harus ingat bahwa ada privacy law sepertu EU privacy law atau Safe Harbour agreement yang harus dipatuhkan melalui arsitektur yang tepat. Simpan data profil customer eropa di data center di Eropa. Data untuk analisis boleh diagregasi ke datacenter pusat, tapi tinggalkan semua informasi identifikasi.

Contoh lain, Jangan lupa compliance ini bukan cuma mengacu kepada arsitektur tapi jg proses internal. Apakah setiap karyawan punya akses yang terbatas pada rolenya, apa yang karyawan kamu bisa lihat pada setiap waktu? apakah bisa dikonstruksi? apakah mereka bebas rekor kriminal? akhirnya compliance ini mendikte bagaimana proses kita merekrut orang dan menjalani segala aspek dari bisnis kita.

Continuity

salah satu hal yang dicari dari korporat adalah kontinuitas. Kita harus siap menunjukkan bahwa despite the small size and limited portfolio that we have, kita perusahaan yang stabil dan akan ‘ada’ untuk waktu yang panjang. Ini biasanya yang menjadi tembok yang bikin startup kalah saing sama perusahaan besar. Apakah kamu debt free? gimana growth kamu setiap tahunnya? berapa besar income per tahunnya? apakah kamu sustainable dan akan tetap ada untuk terus memberikan layanan untuk korporat tsb.

Apa yang menurut kamu harus ditambahkan di list ini?

Share this post: | | | |