Selamat jalan Bapak Pembangunan Indonesia

"Pak-pak, beli lukisan saya, supaya saya bisa ke Jakarta menengok paman saya yang baru saja meninggal, Pak Harto", ini yang saya dengar ketika memasuki pasar tradisional Sukowati Bali, siang tadi 27 Januari 2008. Mungkin ini lelucon para pedagang pasar dengan mengatas namakan Pak Harto untuk membuat dagangannya lebih laku, atau inilah cara elegan yang mereka gunakan untuk menyampaikan berita duka kepada para pengunjung pasar yang belum mengetahui tentang berita meninggalnya Pak Harto pada kesempatan pertama.

Semoga amal ibadah beliau selama hidupnya diterima dengan baik di sisi Allah SWT, dan semoga keluarga, kerabat dan kita semua yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran.

Semua yang kita miliki saat ini, suatu saat akan berpisah dari kita. Mereka akan meninggalkan kita, atau kita yang yang meninggalkan mereka.

Selamat jalan Bapak Pembangunan Indonesia.

Share this post: | | | |
Published Sunday, January 27, 2008 3:48 PM by tahir

Comments

No Comments
Powered by Community Server (Commercial Edition), by Telligent Systems